MAKALAH ATONIA UTERI PDF

Oksitosin intravena akan bekerja segera untuk menyebabkan uterus berkontraksi. Ringer Laktat akan membantu memulihkan volume cairan yang hilang selama atoni. Jika uterus wanita belum berkontraksi selama 6 langkah pertama, sangat mungkin ia mengalami perdarahan postpartum dan memerlukan penggantian darah yang hilang secara cepat. Mulai lagi Kompresi Bimanual Jika atoni tidak teratasi setelah 7 langkah pertama, Interna atau pasang tampon mungkin ibu mengalami masalah serius lainnya.

Author:Dunos Goltihn
Country:Kosovo
Language:English (Spanish)
Genre:Health and Food
Published (Last):20 December 2004
Pages:115
PDF File Size:4.65 Mb
ePub File Size:2.93 Mb
ISBN:921-2-18090-352-8
Downloads:78169
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:JoJogrel



Yuni Wiwid Resti Roliyah 2. Elani Wibowo 3. Theresia Rambu Leki 4. Eka Ria Novita 5. Dyah Laela Nuraeni 6. Rizky Amalia Widayanti 7.

Izza Mufida 8. Dewa Ayu Putu A. P 9. Pramisti Tiara Maulidina Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada pembimbing kami Ibu Istri Bartini, S. SiT, MPH yang telah membimbing kami serta kepada teman-teman yang telah memberikan dukungan dan masukan kepada kami sehingga tugas makalah ini dapat selesai dengan baik.

Tidak lupa ucapan terimakasih kami berikan kepada orang tua kami yang telah memberikan dukungan dan motivasi kepada kami putri-putrinya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan lancar. Tentu banyak kekurangan yang masih luput dari pencermatan kami, semata-mata kekurangmampuan kami dalam hal bahasa ataupun penguasaan materi. Kritik, masukan, dan saran yang membangun sangat diharapkan oleh kami demi perbaikan makalah ini. Kontraksi uterus merupakan mekanisme utama untuk mengontrol perdarahan setelah melahirkan.

Perdarahan pospartum secara fisiologis dikontrol oleh kontraksi serabut-serabut miometrium yang mengelilingi pembuluh darah yang memvaskularisasi daerah implantasi plasenta. Atonia uteri terjadi apabila serabut-serabut miometrium tersebut tidak berkontraksi. Atonia uteri dapat disebabkan oleh overdistention uterus seperti: gemeli, makrosomia, polihidramnion, atau paritas tinggi.

Umur yang terlalu muda atau terlalu tua. Multipara dengan jarak keahiran pendek. Malnutrisi, Dapat juga karena salah penanganan dalam usaha melahirkan plasenta, sedangkan sebenarnya belum terlepas dari uterus.

Tujuan Untuk mengetahui dan memahami tentang perdarahan post partum akibat atonia uteri, baik dari pengertian, penyebab, gejala klinis, pencegahan dan penanganannya.

Pengertian Atonia Uteri relaksasi otot uterus adalah uteri tidak berkontraksi dalam 15 detik setelah dilakukan pemijatan fundus uteri plasenta telah lahir Depkes Jakarta, Kontraksi uterus normal b: Atonia uteri Atonia uteri adalah kegagalan serabut-serabut otot miometrium uterus untuk berkontraksi dan memendek.

Hal ini merupakan penyebab perdarahan post partum yang paling penting dan biasa terjadi segera setelah bayi lahir hingga 4 jam setelah persalinan.

Atonia uteri dapat menyebabkan perdarahan hebat dan dapat mengarah pada terjadinya syok hipovolemik Ai Yeyeh, Lia, Atonia uteri merupakan penyebab utama terjadinya perdarahan pasca persalinan. Pada atonia uteri, uterus gagal berkontraksi dengan baik setelah persalinan. Etiologi Penyebab tersering kejadian pada ibu dengan atonia uteri antara lain: overdistention uterus seperti gemeli, makrosomia, polihidramnion, atau paritas tinggi, umur terlalu muda atau terlalu tua, multipara dengan jarak kelahiran pendek, partus lama atau partus terlantar, malnutrisi, dapat juga karena salah penanganan dalam usaha melahirkan plasenta, sedangkan sebenarnya belum terlepas dari uterus Ai Yeyeh, Lia, Grandemultipara: uterus yang terlalu regang hidramnion, hamil ganda, anak besar berat badan lebih dari gr, kelainan uterus miom uteri, bekas operasi , plasenta previa dan solusio plasenta perdarahan 6 antepartum , partus lama, partus presipitatus, hipertensi dalam kehamilan, infeksi uterus, anemia berat, penggunaan oksitosin yang berlebihan dalam persalinan induksi partus , riwayat perdarahan pasca persalinan sebelumnya atau riwayatmanual plasenta, pimpinan kala III yang salah, dengan memijit-mijit dan mendorong uterus sebelum plasenta terlepas, IUFD yang sudah lama, penyakit hati, emboli air ketuban, tindakan operatif dengan anastesi umum terlalu dalam Ai Yeyeh, Lia, Pasien yang mengalami atonia uteri bisa mengalami syok.

Gambaran Klinis Gambaran klinisnya berupa perdarahan terus-menerus dan keadaan pasien secara berangsur-angsur menjadi semakin jelek. Denyut nadi menjadi cepat dan lemah, tekanan darah menurun, pasien berubah pucat dan dingin, dan napasnya menjadi sesak, terengah-engah, berkeringat dan akhirnya coma serta meninggal dunia. Situasi yang berbahaya adalah kalau denyut nadi dan tekanan darah hanya memperlihatkan sedikit perubahan untuk beberapa saat karena adanya mekanisme kompensasi vaskuler.

Kemudian fungsi kompensasi ini tidak bisa dipertahankan lagi, denyut nadi meningkat dengan cepat, tekanan darah tiba-tiba turun, dan pasien dalam keadaan shock. Uterus dapat terisi darah dalam jumlah yang cukup banyak sekalipun dari luar hanya terlihat sedikit.

Bahaya perdarahan post partum ada dua, pertama : anemia yang berakibat perdarahan tersebut memperlemah keadaan pasien, menurunkan daya tahannya dan menjadi faktor predisposisi terjadinya infekol nifas. Kedua: Jika kehilangan darah ini tidak dihentikan, akibat akhir tentu saja kematian Human labor and birth, Pernoll , di antaranya: 1.

Perdarahan pervaginam Perdarahan yang sangat banyak dan darah tidak merembes. Peristiwa sering terjadi pada kondisi ini adalah darah keluar disertai gumpalan disebabkan tromboplastin sudah tidak mampu lagi sebagai anti pembeku darah.

Fundus uteri naik 4. Terdapat tanda-tanda syok, yaitu: a. Manifestasi Klinis Menurut Ai Yeyeh dan Lia , tanda gejala yang khas pada atonia uteri jika kita menemukan: uterus tidak berkontraksi dan lembek, perdarahan segera setelah anak lahir. Pencegahan Atonia Uteri Perdarahan oleh karena atonia uteri dapat dicegah dengan: - Melakukan secara rutin manajemen aktif kala III pada semua wanita yang bersalin karena hal ini dapat menurunkan insiden perdarahan pasca persalinan akibat atonia uteri.

Memejemen aktif kala III dapat mengurangi jumlah perdarahan dalam persalinan, anemia, dan kebutuhan tranfusi darah Ai Yeyeh, Lia, Kegunaan utama oksitosin sebagai pencegahan atonia uteri yaitu onsetnya yang cepat, dan tidak menyebabkan kenaikan tekanan darah atau kontraksi tetani seperti ergometrin.

Pembrian oksitosin paling bermanfaat untuk mencegah atonia uteri. Pada menejemen kala III harus dilakukan pemberian oksitosin setelah bayi lahir. Analog sintetik oksitosin, yaitu karbetosin, saat ini sedang diteliti sebagai uterotonika untuk mencegah dan mengatasi perdarahan postpartum dini. Karbetosin merupakan obat obat long-action dan onset kerjanya cepat, mempunyai waktu paruh 40 menit dibandingkan oksitosin menit. Penelitian di Canada membandingkan antara pemberian oksitosin bolus IV dengan oksitosin drip pada pasien yang dilakukan operasi sesar.

Karbetosin ternyata lebih efektif dibanding oksitosin Ai Yeyeh, Lia, Hal ini sangat tepat untuk memulai memberikan ASI. Menyusui juga membantu uterus berkontraksi. Bayi harus mendapatkan kontak kulit dengan kulit ibunya segera lahir selama sedikit satu jam. Bayi harus menggunakan naluri alamiyahnya untuk melakukan Inisiasi Menyusu Dini dan ibu dapat mengenali bayinya siap untuk menyusu serta memberi bantuan jika diperlukan.

Menunda semua prosedur lainnya harus dilakukan kepada bayi baru lahir hingga menyusu selesai dilakukan, proseedur tersebut seperti : menimbang, pemberian antibiotika salep mata, vitamin K1 dan lain-lain. Resusitasi Apabila terjadi perdarahan postpartum banyak, maka penanganan awal yaitu resusitasi dengan oksigenasi dan pemberian cairan cepat, monitoring tanda-tanda vital, monitoring jumlah urin, monitoring saturasi oksigen.

Pemeriksaan golongan darah dan crossmatch perlu dilakukan untuk persiapan tranfusi darah. Masase dan kompresi bimanual Masase dan kompresi bimanual akan menstimulasi kontraksi uterus yang akan menghentikan perdarahan. Jika uterus tidak berkontraksi Bersihkan bekuan darah atau selaput ketuban dari vagina dan lubang servik, pastikan bahwa kandung kemih telah kosong, lakukan 10 kompresi bimanual internal KBI selama 5 menit.

Jika uterus berkontraksi, teruskan KBI selama 2 menit, keluarkan tangan perlahan- lahan dan pantau kala IV dengan ketat. Habiskan ml pertama secepat mungkin, ulangi KBI jika uterus berkontraksi, pantau ibu dengan seksama selama kala IV. Jika uterus tidak berkontraksi maka rujuk segera.

Pemberian uterotonika Oksitosin merrupakan hormon sintetik yang diproduksi oleh lobus posterior hipofisis. Pada dosis rendah oksitosin menguatkan kontraksi dan meningkatkan frekuensi tetapi pada dosis tinggi menyebabkan tetani. Efek samping pemberian oksitosin sangat sedikit ditemukan yaitu nausea dan vomitus, efek samping lain yaitu intoksikasi cairan jarang ditemukan. Operatif dilakukan oleh dokter spesialis kandungan Jika dilakukan SC, ligasi dilakukan cm dibawah irisan segmen bawah rahim.

Untuk melakukan ini diperlukan jarum atraumatik yang besar dan benang absorbable yang sesuai. Arteri dan vena uterina, masuk ke miometrium ke luar bagian avaskular ligamentum latum lateral vasa uterina. Saat melakukan ligasi hindari rusaknya vasa uterina dan ligasi harus mengenai cabang asenden arteri miometrium, untuk itu penting untuk menyertakan cm miometriom. Jahitan kedua dapat dilakukan jika langkah diatas tidak efektif dan jika terjadi perdarahan 11 pada segmen bawah rahim.

Dengan menyisihkan vesika urinaria, ligasi kedua dilakukan bilateral pada vasa uterina bawah, cm dibawah ligasi vasa uterina atas. Ligasi ini harus mengenai sebagian besar cabang arteri uterina pada segmen bawah rahim dan cabang arteri uterina menuju ke servik, jika perdarahan masih terus berlangsung perlu dilakukan bilateral atau unilateral ligasi vasa ovarian.

Histerektomi dilakukan oleh dokter spesialis kandungan Histerektomi peripartum merupakan tindakan yang sering dilakukan jika terjadi perdarahan post partum masif yang membutuhkan tindakan operatif. Insidensi mencapai per Kompresi bimanual boleh dilakukan oleh bidan yang sudah berpengalaman Menurut Ai Yeyeh, Lia kompresi uterus bimanual dapat ditangani tanpa kesulitan dalam waktu menit. Biasanya ia sangat baik mengontrol bahaya sementara dan sering menghentikan perdarahan secara sempurna.

Bila uterus refrakter oksitosin, dan perdarahan tidak berhenti setelah kompresi bimanual, maka histerektomi merupakan tindakan terakhir. Peralatan yang digunakan meliputi sarung tangan steril dan keadaan sangat gawat lakukan dengan tangan telanjang dengan tangan yang telah dicuci.

Tekniknya yaitu basuh genetalia eksterna dengan lakukan desinfektan dalam kedaruratan tidak diperlukan. Eksplorasi dengan tangan kiri sisipkan tinju dalam vornik anterior vagina, tangan kanan luar menekan dinding abdomen diatas fundus uteri dan menangkap dari belakang atas, tamgan dalam menekan uterus keatas terhadap tangan luar, itu tidak hanya menekan uterus tetapi juga meregangkan pembuluh aferen sehingga menyempitkan lumennya.

Jika KBI tidak berhasil dalam waktu 5 menit diperlukan tindakan-tindakan lain seperti : a. Berikan 0,2 ergometrin secara IM atau misoprostrol mcg dan jangan berikan ergometrin pada ibu dengan hipertensi karena ergometrin bisa menaikkan tekanan darah. Gunakan jarum dengan ukuran besar 16 atau Pasang infus dan berikan cc larutan RL yang mengandung 20 IU oksitosin. Jika uterus tidak berkontraksi dalam waktu menit seger rujuk ibu karena ini bukan atonia uteri sederhana.

Ibu memebutuhkan tindakan gawat darurat difasilitas kesehatan rujukan mampu melakukan operasi dan transfusi darah. Teruskan tindakan KBI dan infus cairan hingga ibu tiba di tempat rujukan. Jika cairan infus tidak cukup, infuskan cairan ml botol ke 2 cairan infus dengan tetesan sedang dan ditambah dengan cairan secara oral untuk rehidarasi.

Berikut merupakan cara kompresi bimanual eksterna hanya boleh dilakukan oleh bidan yang sudah berpengalaman menurut Ai Yeyeh dan Lia seperti : a. Letakkan satu tangan pada dinding abdomen dan dinding depan korpus uteri dan diatas simpisis pubis. Letakkan tangan lain pada dinding abdomen dan dinding belakang korpus uteri. Usahakan untuk mencakup atau memegang bagian uterus seluas mungkin. Lakukan kompresi uterus dengan cara saling mendekatkan tangan depan dan belakang agar pembuluh darah dalam anyaman miometrium dapat dijepit secara manual.

Cara ini dapat menjepit pembuluh darah uterus dan membantu uterus untuk berkontraksi. Pengkajian Tanggal : 20 Juli Jam :

ENID BLYTON THE MYSTERY OF THE BURNT COTTAGE PDF

MAKALAH TENTANG ATONIA UTERI

Sekitar separuh dari kematian ibu hamil akibat perdarahan disebabkan oleh kausa pascapartum dini ini. Jika dijumpai perdarahan yang berlebihan, etiologi spesifiknya perlu dicari. Atonia uterus, retensi plasenta termasuk plasenta akreta dan variannya, serta laserasi saluran genital merupakan penyebab tersering perdarahan dini. Perdarahan intrapartum atau pascapartum dini yang parah kadang-kadang diikuti oleh kegagalan hipofisis sindrom sheehan yang ditandai oleh kegagalan laktasi, amenore, atrofi payudara, rontoknya rambut pubis dan aksila, hipotiroidisme, dan insufisiensi korteks adrenal. Insidensi sindrom sheehan semula diperkirakan adalah 1 per Di Amerika Serikat, sindrom ini tampaknya sudah semakin jarang dijumpai. Perdarahan obstetri sering disebabkan oleh kegagalan uterus untuk berkontraksi secara memadai setelah pelahiran.

GLIPIZIDE SOLID DISPERSION PDF

Atonia Uteri: Pengertian, Gejala, Risiko, Penanganan

Yuni Wiwid Resti Roliyah 2. Elani Wibowo 3. Theresia Rambu Leki 4. Eka Ria Novita 5. Dyah Laela Nuraeni 6. Rizky Amalia Widayanti 7.

HDB3 LINE CODING PDF

Atonia Uteri

Agar mampu mengenali tanda dan gejala dari atonia uteri. Atonia uteri juga didefinisikan sebagai tidak adanya kontraksi uterus segera setelah plasenta lahir. Sedangkan volume darah manusia hanya berkisar liter saja. Etiologi Atonia uteri dapat terjadi pada ibu hamil dan melahirkan dengan factor predisposisi penunjang seperti : 1.

Related Articles