KARTINI HABIS GELAP TERBITLAH TERANG PDF

Shelves: books , indonesia-related , non-fiction , biography , southeast-asia , classics , asia-related This book is a collection of letters that Kartini wrote during the last 5 years of her life. Unfortunately, she died at the very young age of 25 after giving birth to her first born child. I was in particularly impressed that a woman at the turn of the 20th century, in the Dutch East Indies, who through the means of a little education could have the same thoughts like women nowadays! She becomes a bit more spiritual in that her belief in God becomes stronger. This in turn improves her relationship with her mother who may not be her birth mother, but one of the wives of her father. She first gives up studying in Holland and then sacrifices the opportunity to study in Batavia in order to marry a man who already has 3 wives her father chose for her.

Author:Kik Grokree
Country:Saudi Arabia
Language:English (Spanish)
Genre:Business
Published (Last):1 February 2019
Pages:374
PDF File Size:17.32 Mb
ePub File Size:11.40 Mb
ISBN:293-5-45620-825-5
Downloads:24938
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:JoJogor



Menurut catatan cucu Kyai Sholeh Darat Hj. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hinggaHamengkubuwana VI. Karena M. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan Moerjam , keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.

Woerjan, R. Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit. Islam melarang umatnya mendiskusikan ajaran agamanya dengan umat lain.

Lagi pula, aku beragama Islam karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, jika aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya? Alquran terlalu suci; tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun, agar bisa dipahami setiap Muslim. Di sini tidak ada orang yang mengerti Bahasa Arab. Di sini, orang belajar Alquran tapi tidak memahami apa yang dibaca.

Aku pikir, adalah gila orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibaca. Itu sama halnya engkau menyuruh aku menghafal Bahasa Inggris, tapi tidak memberi artinya. Aku pikir, tidak jadi orang soleh pun tidak apa-apa asalkan jadi orang baik hati.

Bukankah begitu Stella? RA Kartini melanjutkan curhat-nya, tapi kali ini dalam surat bertanggal 15 Agustus yang dikirim ke Ny Abendanon. Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu apa perlu dan manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Alquran, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya. Jangan-jangan, guruku pun tidak mengerti artinya.

Katakanlah kepada aku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa. Kita ini teralu suci, sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya. Namun kisah berikut ini semoga bisa memberi informasi baru mengenai apresiasi Kartini pada Islam dan Ilmu Tasawuf. Karena dalam surat surat RA Kartini yang notabene sudah diedit dan dalam pengawasan Abendanon yang notabene merupakan aparat pemerintah kolonial Belanda plus Orientalis itu, dalam surat surat Kartini beliu sama sekali tidak menceritakan pertemuannya dengan Kyai Sholeh bin Umar dari Darat, Semarang — lebih dikenal dengan sebutan Kyai Sholeh Darat.

Pertemuan terjadi dalam acara pengajian di rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat, yang juga pamannya. Kemudian ketika berkunjung ke rumah pamannya, seorang Bupati Demak, RA Kartini menyempatkan diri mengikuti pengajian yang diberikan oleh Mbah Sholeh Darat. Saat itu beliau sedang mengajarkan tafsir Surat al-Fatihah. Kyai Sholeh Darat memberikan ceramah tentang tafsir Al-Fatihah. Kartini tertegun. Sepanjang pengajian, Kartini seakan tak sempat memalingkan mata dari sosok Kyai Sholeh Darat, dan telinganya menangkap kata demi kata yang disampaikan sang penceramah.

Ini bisa dipahami karena selama ini Kartini hanya tahu membaca Al Fatihah, tanpa pernah tahu makna ayat-ayat itu. Setelah pengajian, Kartini mendesak pamannya untuk menemaninya menemui Kyai Sholeh Darat. Sang paman tak bisa mengelak, karena Kartini merengek-rengek seperti anak kecil.

Berikut dialog Kartini-Kyai Sholeh. Kyai Sholeh tertegun, tapi tak lama. Kyai Sholeh tertegun. Sang guru seolah tak punya kata untuk menyela. Namun, aku heran mengapa selama ini para ulama melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al Quran ke dalam Bahasa Jawa. Bukankah Al Quran adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?

Ny Fadhila menulis Kyai Sholeh tak bisa berkata apa-apa kecuali subhanallah. Kartini telah menggugah kesadaran Kyai Sholeh untuk melakukan pekerjaan besar; menerjemahkan Alquran ke dalam Bahasa Jawa.

Kitab ini pula yang dihadiahkannya kepada R. Joyodiningrat, seorang Bupati Rembang. Saya tak mengerti sedikitpun maknanya. Kartini mempelajarinya secara serius, hampir di setiap waktu luangnya. Pandangan Kartini tentang Barat baca: Eropa berubah.

Perhatikan surat Kartini bertanggal 27 Oktober kepada Ny Abendanon. Sudah lewat masanya, semula kami mengira masyarakat Eropa itu benar-benar yang terbaik, tiada tara. Maafkan kami. Apakah ibu menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal yang sama sekali tidak patut disebut peradaban.

Tidak sekali-kali kami hendak menjadikan murid-murid kami sebagai orang setengah Eropa, atau orang Jawa kebarat-baratan.

Dalam suratnya kepada Ny Van Kol, tanggal 21 Juli , Kartini juga menulis; Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama disukai. Lalu dalam surat ke Ny Abendanon, bertanggal 1 Agustus , Kartini menulis; Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu Hamba Allah.

SAMSUNG S760 PDF

10 Kutipan Inspiratif R. A. Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Saya tidak ingin membeberkan rinciannya. Agama Islam melarang umatnya mendiskusikannya dengan umat agama lain. Lagi pula sebenarnya agamaku karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, kalau aku tidak mengerti, tidak boleh memahaminya? Al-Quran terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan kedalam bahasa apa pun. Di sini tidak ada orang yang mengerti bahasa Arab.

ALGEBRA ABSTRAKCYJNA RUTKOWSKI PDF

Habis Gelap Terbitlah Terang, Ingat Lagi Sejarah Hari Kartini 21 April

Beliau adalah Pahlawan Nasional yang memberi harapan dan cahaya bagi wanita Indonesia untuk mendapat pendidikan dan kesempatan berkarya sebesar para pria di masanya. Inilah kita sekarang, wanita Indonesia yang semakin cerdas, berwawasan terbuka dan bebas berkarya seperti apa yang kita inginkan. Perjuangan ini kurang lebih melalui impian Raden Ajeng Kartini agar wanita Indonesia merdeka dan dapat berdiri sendiri. Perjuangan kita masih belum berakhir. Wanita adalah pondasi negara, maka perjuangan ini masih panjang dan berliku. Tiada awan di langit yang tetap selamanya.

Related Articles