ASKEP ATRESIA ANI PADA ANAK PDF

Posted by Anonymous Pendahuluan Atresia ani termasuk dalam beberapa bentuk dari malformasi anorektal. Malformasi ini merupakan hal yang biasa terjadi sebagai malformasi kongenital yang disebabkan oleh perkembangan yang tidak normal. Insidensi minor abnormalitas terjadi sekitar per kelahiran hidup dan insidensi mayor anomali sekitar kelahiran hidup. Imperforate anus atresia ani meliputi beberapa gabungan malformasi rektum termasuk malformasi traktus urinarius, esophagus dan duodenum biasanya jarang yang tanpa adanya gejala yang jelas dan beberapa memiliki fistula dari rectum distal ke perineum atau sistem genitourinari.

Author:Nikole Fera
Country:Brunei Darussalam
Language:English (Spanish)
Genre:Music
Published (Last):13 October 2007
Pages:15
PDF File Size:1.63 Mb
ePub File Size:8.6 Mb
ISBN:165-9-83133-204-9
Downloads:55276
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Moogugore



Insiden penyakit atresia ani adalah 1 dalam kelahiran hidup, dengan jumlah penduduk Indonesia juta dan tingkat kelahiran 35 permil, maka diprediksikan setiap tahun akan lahir bayi dengan penyakit atresia ani. Kartono mencatat pasien penyakit atresia ani yang dirujuk setiap tahunnya ke RSUPN Cipto Mangunkusomo Jakarta dengan rasio laki-laki: perempuan adalah Insidensi ini dipengaruhi oleh group etnik, untuk Afrika dan Amerika adalah 2,1 dalam Sedangkan Richardson dan Brown menemukan tendensi faktor keturunan pada penyakit ini ditemukan 57 kasus dalam 24 keluarga.

Tujuan 1. Tujuan Umum Diharapkan mahasiswi Akademi Keperawatan mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada neonatus sakit dengan atresia ani secara menyeluruh dan terdapat keterpaduan dengan pendekatan manajement keperawatan. Tujuan Khusus Diharapkan mahasiswi Akademi Keperawatan mampu : a. Mengetahui pengertian atresia ani b. Mengetahui macam-macam atresia ani c. Mengetahui etiologi atresia ani d. Mengetahui patologi atresia ani e. Mengetahui pemeriksaan penunjang atresia ani f.

Mengetahui penatalaksanaan atresia ani g. Pengertian 1. Atresia ani adalah kelainan kongenital yang dikenal sebagai anus imperforata meliputi anus, rektum, atau batas di antara keduanya Betz, Atresia ani atau anus imperforata adalah tidak terjadinya perforasi membran yang memisahkan bagian endoterm mengakibatkan pembentukan lubang anus yang tidak sempurna. Anus tampak rata atau sedikit cekung ke dalam atau kadang berbentuk anus namun tidak berhubungan langsung dengan rektum Purwanto, L, Dari beberapa uraian di atas dapat disimpulkan bahwa atresia ani adalah suatu kelainan bawaan dimana tidak terdapatnya lubang atau saluran anus.

Macam-macam a. Anal stenosis adalah terjadinya penyempitan daerah anus sehingga feses tidak dapat keluar. Membranosus atresia adalah terdapat membran pada anus. Anal agenesis adalah memiliki anus tetapi ada daging diantara rectum dengan anus. Rectal atresia adalah tidak memiliki rektum. Anus imperforata dan ujung rektum buntu terletak pada berbagai jarak dari peritoneum. Lubang anus yang terpisah dengan ujung rektum yang buntu.

Pasien bisa diklasifikasikan lebih lanjut menjadi 3 sub kelompok anatomi, yaitu : a. Anomali intermediet Rektum berada pada atau di bawah tingkat otot puborectalis, lesung anal dan sfingter eksternal berada pada posisi yang normal. Hal ini biasanya berhubungan dengan fistula genitourinarius — retrouretral pria atau rectovagina perempuan.

Jarak antara ujung rectum buntu sampai kulit perineum lebih dari 1 cm. Klasifikasi menurut letaknya : a. Tinggi supralevator : rektum berakhir di atas M. Letak upralevator biasanya disertai dengan fistel ke saluran kencing atau saluran genital.

Intermediate : rektum terletak pada M. Rendah : rektum berakhir di bawah M. Etiologi Tanda Gejala Ngastiyah, Tanda dan gejala yang sering timbul, yaitu : a. Bayi muntah-muntah pada jam setelah lahir dan tidak terdapat defekasi mekonium. Gejala ini terdapat pada penyumbatan yang lebih tinggi. Pada bayi wanita sering ditemukan fistula rektovaginal dengan gejala bila bayi buang air besar feses keluar dari vagina dan jarang rektoperineal, tidak pernah rektourinarius. Sedang pada bayi laki-laki dapat terjadi fistula rektourinarius dan berakhir di kandung kemih atau uretra dan jarang rektoperineal.

Mekonium tidak keluar dalm 24 jam pertama setelah kelahiran. Tidak dapat dilakukan pengukuran suhu rektal pada bayi. Mekonium keluar melalui sebuah fistula atau anus yang letaknya salah. Bayi muntah-muntah pada umur jam. Tidak ditemukan anus, kemungkinan ada fistula Adele, j. Bayi tidak dapat buang air besar sampai 24 jam setelah lahir, gangguan intestinal, pembesaran abdomen, pembuluh darah di kulir abdomen akan terlihat menonjol Komplikasi yang dapat terjadi pada penderita atresia ani antara lain: a.

Asidosis hiperkloremia. Infeksi saluran kemih yang bisa berkepanjangan. Kerusakan uretra akibat prosedur bedah. Komplikasi jangka panjang yaitu eversi mukosa anal, stenosis akibat konstriksi jaringan perut dianastomosis. Masalah atau kelambatan yang berhubungan dengan toilet training. Inkontinensia akibat stenosis awal atau impaksi. Prolaps mukosa anorektal.

Fistula karena ketegangan abdomen, diare, pembedahan dan infeksi. Ngastiyah, Patologi Perjalanan penyakit Atresia ani terjadi akibat kegagalan penurunan septum anorektal pada kehidupan embrional. Anus dan rektum berkembang dari embrionik bagian belakang. Ujung ekor dari bagian belakang berkembang menjadi kloaka yang merupakan bakal genitourinaria dan struktur anorektal.

Terjadi stenosis anal karena adanya penyempitan pada kanal anorektal. Terjadi atresia ani karena tidak ada kelengkapan migrasi dan perkembangan struktur kolon antara 7 dan 10 mingggu dalam perkembangan fetal.

Kegagalan migrasi dapat juga karena kegagalan dalam agenesis sakral dan abnormalitas pada uretra dan vagina. Tidak ada pembukaan usus besar yang keluar melalui anus menyebabkan fekal tidak dapat dikeluarkan sehingga intestinal mengalami obstruksi. Obstruksi ini mengakibatkan distensi abdomen, sekuestrasi cairan, muntah dengan segala akibatnya. Apabila urin mengalir melalui fistel menuju rektum, maka urin akan diabsorbsi sehingga terjadi asidosis hiperkloremia, sebaliknya feses mengalir ke arah traktus urinarius menyebabkan infeksi berulang.

Pada keadaan ini biasanya akan terbentuk fistula antara rektum dengan organ sekitarnya. Pada laki-laki biasanya letak tinggi, umumnya fistula menuju ke vesika urinaria atau ke prostate. Pada letak rendah fistula menuju ke uretra rektourethralis.

Pemeriksaan Penunjang Untuk memperkuat diagnosis sering diperlukan pemeriksaan penunjang sebagai berikut : a. Pemeriksaan radiologis Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya obstruksi intestinal.

Sinar X terhadap abdomen Dilakukan untuk menentukan kejelasan keseluruhan bowel dan untuk mengetahui jarak pemanjangan kantung rektum dari sfingternya. Ultrasound terhadap abdomen Digunakan untuk melihat fungsi organ internal terutama dalam sistem pencernaan dan mencari adanya faktor reversible seperti obstruksi oleh karena massa tumor. CT Scan.

EL AMOR DE UNA MUJER GENEROSA ALICE MUNRO PDF

ASKEP ATRESIA ESOFAGUS PDF

Arifatus Novitasari 2. Siska Rohma Fadila 3. Erika Yunita Kusuma W. Ed 3 tahun Atresia ini atau anus imperforate adalah tidak terjadinya perforasi membran yang memisahkan bagian entoderm mengakibatkan pembentukan lubang anus yang tidak sempurna. Anus tampak rata atau sedikit cekung ke dalam atau kadang berbentuk anus namun tidak berhubungan langsung dengan rectum.

CANNONDALE ECCENTRIC BOTTOM BRACKET PDF

Insiden penyakit atresia ani adalah 1 dalam kelahiran hidup, dengan jumlah penduduk Indonesia juta dan tingkat kelahiran 35 permil, maka diprediksikan setiap tahun akan lahir bayi dengan penyakit atresia ani. Kartono mencatat pasien penyakit atresia ani yang dirujuk setiap tahunnya ke RSUPN Cipto Mangunkusomo Jakarta dengan rasio laki-laki: perempuan adalah Insidensi ini dipengaruhi oleh group etnik, untuk Afrika dan Amerika adalah 2,1 dalam Sedangkan Richardson dan Brown menemukan tendensi faktor keturunan pada penyakit ini ditemukan 57 kasus dalam 24 keluarga. Tujuan 1. Tujuan Umum Diharapkan mahasiswi Akademi Keperawatan mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada neonatus sakit dengan atresia ani secara menyeluruh dan terdapat keterpaduan dengan pendekatan manajement keperawatan.

Related Articles